SKALA+ VOL.08.3 LEISURE & ENVIRONMENTAL DESIGN – WATERBOM BALI

Rustic Wood

Mengikuti konsep keseluruhan Waterbom Bali yang didesain tropis, The Shack juga menerapkan konsep yang sama agar tetap terasa benang merah dan kesatuannya. Yang unik adalah kiat konsultan Imago Design Studio dari Bali sebagai arsitek dari The Shack untuk menerapkan konsep agak berbeda dari konsep bangunan-bangunan yang sudah ada sebelumnya di dalam area Waterbom ini dari segi pemakaian material. Secara keseluruhan material utama yang digunakan adalah kayu dimana sebagian besar kayu-kayu tersebut adalah kayu-kayu bekas bongkaran bangunan lama sejak dimulainya proyek peremajaan dari tahun 2004 sampai dengan sekarang. Kayu-kayu tersebut juga dibiarkan tanpa finishing, bahkan pada beberapa bagian bangunan seperti pada kolom, bentuk-bentuk kayu dibiarkan seperti adanya, tidak dibuat menjadi lebih lurus dengan cara dipotong atau dibuat lebih halus dengan cara dihampelas. Lantai dek besar menggunakan kayu-kayu bongkaran lama yang diolah kembali, sedangkan area lantai lainnya menggunakan paras wonosari pecah dan screed kasar. Meskipun kelihatannya kasar tetapi kesan alam dan kesan tropisnya menjadi lebih terasa. Ekspresi visual arsitekturnya didesain agar tidak lebih menonjol dari keceriaan aktivitasnya sendiri. Dengan demikian, terciptalah keseimbangan dan keharmonisan antara konsep arsitektur bangunan dan instalasi-instalasi permainan yang ada.

1---SKALA+-Waterbom-Bali-1

2---SKALA+-Waterbom-Bali-2

3---SKALA+-Waterbom-Bali-3

cover-skala-+

BALI LIVING, PERIPLUS 2008
SKALA+ VOL.08.3 LEISURE & ENVIRONMENTAL DESIGN – GRANDMAS HOTEL @ LEGIAN / DE NYUH SPA